
Jika kita merenung dan berfikir siapakah orang yang paling berjasa kepada kita sejak dahulu setelah orang tua kita sediri? Jawaban otomatis mendarat ke seorang guru. Guru ibarat sebuah bintang dalam gelapnya malam, atau tidak berlebihan jika guru sebagai pembentuk watak kita. Jasa mereka tidak dapat kita balas, sampai-sampai guru itu dinisbatkan sebagai orang tua spiritual. Mereka merupakan urgensi kehidupan di dunia ini, sehingga menjadi seorang guru pun tidak semudah membalikkan tangan.
Dalam kenyataan sekarang, peran seorang guru sangat dibutuhkan, terlebih saat di mana moral bangsa kita yang sedang menurun dan sangat berbalik arah dengan ranah tehnologi yang sedang meningkat tajam. Ketimpangan ini serasa tidak ada orang yang merasa prihatin. Coba kita lihat dari berita-berita baik dari majalah-majalah, Koran, atau bahkan majalh elektronik sekalipun tak pernah sepimeliput kriminalitas. Lantas masalah ini akankah berlarut hingga menunggu saat dimana tiada satupun yang mersa bertanggung jawab.
Karena kepelikan masalah tersebut di butuhkan sukarelawan yang tanpa pamrih, dan di sinilah seorang guru menjadi pahlawan yang ditunggu-tunggu. Karena itulah, kewajiban seorang guru sangat berat. Dalam bahasa jawa guru itu digugu lan ditiru dalam artian seorang guru merupan contoh buat anak didiknya selain dilaksanan segala perkataanya juga perilaku mereka menjadi contoh. Jadi jikalau seorang guru mengalami kemorosatan moral, maka bagaimana dengan muridnya? Dalam peribahasa dikatakan guru kencing berdiri murid kencing berlari.
TUGAS GURU
Guru memiliki tugas yang beragam yang berimplementasi dalam bentuk pengabdian. Tugas tersebut meliputi bidang profesi, bidang kemanusiaan dan bidang kemasyarakatan. Tugas guru sebagai profesi meliputi mendidik, mengajar dan melatih. Mendidik berarti meneruskan dan mengembangkan nilai-nilai hidup dan kehidupan. Mengajar berarti meneruskan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sedangkan melatih berarti mengembangkan keterampilan-keterampilan pada siswa.
Tugas guru dalam bidang kemanusiaan adalah memposisikan dirinya sebagai orang tua ke dua. Dimana ia harus menarik simpati dan menjadi idola para siswanya. Adapun yang diberikan atau disampaikan guru hendaklah dapat memotivasi hidupnya terutama dalam belajar. Bila seorang guru berlaku kurang menarik, maka kegagalan awal akan tertanam dalam diri siswa.
Previous Article
