Yuk, I’tikaf, biar tambah sempurna puasa kita….






Ada sebuah kebiasaan bagus di waktu Romadhon, yaitu I’tikaf. Memang tak asing bwt kita karena hampir tiap masjid terpampang khot dengan tulisan “nawaitu al I’tikafa lillahi ta’ala”. Tapi I’tikaf di bulan puasa, sedkit beda prakteknya, kalau dhari biasa, I’tikaf itu sedekare saja dalam artian selesai jama’ah langsung cabut.

Lha kalau di Bulan puasa ini, I’tikaf dilakukan layaknya kita berada di rumah, atau bisa dikatakan pula masjid sebagai rumah kita sementara. Dan malahan I’tikaf di bulan puasa khususnya di 10 hari akhir, merupakan sunnah Rosul, sampai-sampai Rosululloh SAW menekan semua keluarga beliau di waktu akhir puasa.

Sudah menjadi tradisi, biasane kalau waktu puasa itu semangat beribadah itu menggebu-gebu, bener kan? Hehe. Walau Cuma tradisi tapi baik ko. Apalagi waktu puasa itu pahalane berlipat ganda. Seperti dalam hadits Rosul SAW, pahala sunnah setingkat wajib, pahala wajib dilipat gandakan sampe 70 dan sampai gak bisa dihitung.

Wah, enak juga memang puasa itu. Ada juga hal yang unik, puasa menjadikan suasana menjadi religi. Dalam lingkup lagu, menjadi reliji bahkan film-filmpun juga reliji. Pokoknya suasanane relijius. Tapi secara hati nurani, keadaan spserti itu memang enk. Hanya gak bisa setiap hari begitu, namane juga manusia (menus-menus kakean dosa, hehe).

Lepas dari itu semua, karena semua orang berharap memperoleh kehormatan menjumpai Lailatul Qodr (kecuali yg tida,hehehe) seyogyanya bukan Cuma berharap tanpa tirakat. Karena lailatu qodr dari penafsiran berbagai ulama, tidak semalam penuh. Tapi waktu sebentar saja. Jadi layak dikatakn harus ditirakati.

Menghitung pahalane lailatul Qodr yang 1000 bulan, kayaknya gak ada orang yang gak pengin deh. Karena bukan hanya 1000ne saja, tapi plus amal baik yang digandakan. karena itu bukan hal yang bisa dikira-kira saja, jadi harus dengan perjuangan besar.

Salah satu perjuangan yang praktis dan gampang ya Cuma I’tikaf itu. Seandainya pas kebetulan ada lailatul Qodr dan kita tertidur minimal kita dapat 1000 iktikafe lah, g Cuma tidure yang dihitung, hehehe. Walau sebenere malam itu dhabiskan untuk sholat atau ibadah nyata yang lain, sebagai bukti kalau kita benar ingin bertemu dengan Lailatul Qodr.

Jadi pada intinya, puasa itu akan berasa sempurna jika kita selalu dalam keadaan relijius kaya di tivi-tivi, hehe juga berharap bisa bertemu dengan lailatul qodr sebagai pelengkap sebelum kita berpisan dengan puasa mengdapati lebaran. Semoga kita menjadi orang-orang yang bisa memaksimalkannya,
AMiiiiiin……Robbuna musata’an






Responses

0 Respones to "Yuk, I’tikaf, biar tambah sempurna puasa kita…."

Posting Komentar

Recent Comments

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Popular Posts

Return to top of page Copyright © 2011 | Platinum Theme Converted into Blogger Template by Hack Tutors