Sebagai sosok yang sedang mencari ilmu tentu membutuhkan pelbagai syarat untuk bisa mensukseskan tujuannya. Dalam mencari ilmu merupakan perjalan yang sangat panjang bahkan sampai Nabi mewajibkan orang muslim untuk mencarinya dan juga Nabi menguatkan dengan sebuah hadits
اطلب العلم من المهد الي اللهد
Sebuah apresiasi yang tinggi kepada ilmu, sehingga menjadi urgensi dalam setiap Negara. Karenanya dapat menunjang SDM dari tiap individu yang ada.
Tapi bisa juga menjadi boomerang tatkala orang yang mempunyai ilmu tidak diimbangi dengan sosok yang bernama ahklak. Karena itu kehadirannya pun menjadi penting sebagaimana qoidah dalam ushul fiqih lilwasail hukmul maqosid dalam hal ini maqosidnya adalah menuju peradaban kecil yang disebut dengan santri.Istilah santri sangat melekat dengan pesantren, karena pesantren sendiri berasal dari kata santri yang diberi imbuhan (pe) dan akhiran (an). Atau bisa diartikan sebagai orang yg sedang memperdalam ilmu agama. Dan berbagai macam arti tergantung seseorang yang memberi istilah tersebut yang memang menjadi wajar.
Pesantren bisa dikatakan sebagai masyarakat kecil karena di dalamnya terdapat berbagai unsur diantaranya adanya sebuah pemerintah yang dinamakan dengan kepengurusan pondok walau bukan pemerintah yang independen karena kesemuanya di bawah pengawasan seorang kyai.
Multifungsi pesantren
Menghadapi derasnya arus globalisasi serta kemajuan teknologi yang ada, keberdaan pesantren seolah-olah terasing karena bagi sebagian orang mengatakan bahwa pesantren terlalau klasik sehingga kurang mempunyai kelayakan di era yang sekarang. Sehingga dalam pergulatan waktu sistem pesantren mulai dikolaborasikan dengan kemajuan era dan teknologi yang berkembang dengan tanpa meninggalkan sistem klasiknya yang memang menjadi kekhasan tersendiri.
Selain pengajaran klasiknya pesantren mendidik para santrinya dengan telaah ahwaliyyah kyainya, bahkan cara pengajaran seperti inilah yang mendarah mendaging pada akhirnya. Kyai dalam pesantren mempunyai peran signifikan, dengan kharismanya serta penyampaian yang sangat halus menjadikan semua yang keluar dari sang kyai menjadi doktrin.
Pembelajaran dengan ahwaliyah memang mejadi pokok dari pendidikan di pesantren, hal itu dapat di lihat dari terbatasnya kitab yang diajarakan. Namun dengan keterbatasn tersebut bisa dicukupi dengan telaah yang lain. Kita sering mendengar istilah tirakat, itu merupakan salah satu contoh pendidikan yang mengajarkan bagaimana kita merasakan pahitnya kehidupan ini pun tegolong ahwaliyyah.
Previous Article
