
Saat kaki melangkah lurus
hatiku menyuruh berbelok
ku coba berbelok
hatiku bimbang
sebening harapan menitihku
segumpal semangat mendorongku
dan tanganku ikut berkata
"kenapa kau tak suruh aku?"
mataku yang menjawab "itu bukan urusanmu!"
setlah perkelahian yang lama
mereka bermusyawarah dengan putusan
hati : jadilah engkau sebagai penimbang
mata : lihatlah tuntunan hati
tangan dan kaki : engkau akan menjadi tompangan mereka
Previous Article

Responses
0 Respones to "Nyanyian kehidupan"
Posting Komentar